Friday, February 20, 2009

Data Storage







Kenangan adalah sesuatu yang indah untuk diingat. Sayangnya tidak semua kenangan dapat kita simpan dengan baik dalam ingatan kita. Ada kenangan yang masih betul-betul jelas, tetapi ada juga kenangan yang tinggal setengah-setengah kita ingat. Itulah sebabnya kadang-kadang kalau kita bertemu teman-teman lama kita sering terbengong-bengong dulu sebelum diingatkan siapa dia dan kenal dimana. Karena memang kapasitas memori dalam otak kita terbatas.
Begitu juga dengan media penyimpanan di komputer. Bahkan kita dapat mengukur kapasitasnya cukup atau tidak sebelum menyimpan data ke dalamnya. Untuk itulah kita perlu media penyimpanan yang lebih fleksibel. Data storage bisa kita temui dimana saja, baik itu berupa Hard Drive, Flash Disk, Disket (mendiang), CD, DVD, atau Flash Memory.
Tetapi bagaimana jika Anda harus bepergian yang tidak memungkinkan menyimpan data pada alat-alat tersebut di atas?
Misalnya begini. Anda harus pergi ke kota lain, atau ke negara lain yang tidak memungkinkan Anda membawa laptop atau media penyimpanan tersebut? Jawabannya adalah simpan secara online. Dan Anda dapat mengunduhnya di negara mana saja di dunia asal ada koneksi internet.

Kasus lainnya, misalnya Anda harus mengirim data setiap hari di atas 10 MB ke kantor pusat atau cabang di kota lain atau di tempat lain yang tidak mungkin ditempuh dengan jalan darat dengan cepat, maka Anda membutuhkan penyimpanan secara online. Lupakan email. Karena email hanya dapat mengirim di bawah 10MB. Lebih besar dari itu Anda harus menunggu lebih lama dari Anda mengerjakan pekerjaan yang Anda kirim. Percayalah, data storage secara online ini selain menyenangkan juga memudahkan mobilitas Anda. Saya sudah membuktikannya. Asalnya sih memang dari kasus mengirim file yang kebesaran kalau dikirim melalui email. Kirim pakai CD? terlalu lama.

Dimana tempat menyimpannya? Untuk menyimpan data kecil, dibawah 50MB saya lebih suka menyimpan di sini.



Bukan karena ziddu tidak bisa menyimpan data di atas 50 MB, tetapi menimbang koneksi rata-rata di Indonesia yang masih kembang-kempis, maka Ziddu sering putus kalau menyimpan data di atas 50MB, tetapi cepat kalau datanya di bawah itu.
Sementara untuk penyimpanan yang lebih besar diatas 50MB, saya lebih memilih di sini:




bukan berarti kewlshare gak bisa menyimpan di bawah 50MB, tetapi koneksi kewlshare lebih stabil untuk file-file yang ekstra besar.

Nah, kenapa gak nyimpan di Rapidshare saja? Duh jangan deh. Kasihan kalau mau membagi file yang harus dibuka di warnet. Pengguna warnet biasanya ada beberapa user. Sementara dalam warnet itu cuma 1 kode IP Address yang bisa dipakai untuk download rapidshare. Jadi kalau dalam satu warnet sudah ada yang menggunakan rapid, terpaksa Anda mengalah.

2 comments:

  1. Hi Friend.. Interesting post.. Keep up the good work.. Do visit my blog and post your comments.. take care mate.. Cheers!!!

    ReplyDelete
  2. makasih dah berbagi info bang,,

    ReplyDelete